Rabu, 20 Oktober 2021

Tugas Pertemuan 5

3.3.2.2 Packet Tracer – Configuring Rapid PVST 


Part 1: Configure VLANs

 

Step 1: Enable the user ports on S2 in access mode.

S2(config)# interface range f0/6,f0/11,f0/18

S2(config-if-range)# switchport mode access

S2(config-fi-range)# no shutdown

 

Step 2: Create VLANs.

S1(config)# vlan 10

S1(config-vlan)# vlan 20

S1(config-vlan)# vlan 30

S1(config-vlan)# vlan 40

S1(config-vlan)# vlan 50

S1(config-vlan)# vlan 60

S1(config-vlan)# vlan 70

S1(config-vlan)# vlan 80

S1(config-vlan)# vlan 99

 

S2(config)# vlan 10

S2(config-vlan)# vlan 20

S2(config-vlan)# vlan 30

S2(config-vlan)# vlan 40

S2(config-vlan)# vlan 50

S2(config-vlan)# vlan 60

S2(config-vlan)# vlan 70

S2(config-vlan)# vlan 80

S2(config-vlan)# vlan 99

 

S3(config)# vlan 10

S3(config-vlan)# vlan 20

S3(config-vlan)# vlan 30

S3(config-vlan)# vlan 40

S3(config-vlan)# vlan 50

S3(config-vlan)# vlan 60

S3(config-vlan)# vlan 70

S3(config-vlan)# vlan 80

S3(config-vlan)# vlan 99

 

Step 3: Assign VLANs to switch ports.

S2(config)# interface f0/6

S2(config-if)# switchport access vlan 30

S2(config-if)# interface f0/11

S2(config-if)# switchport access vlan 10

S2(config-if)# interface f0/18

S2(config-if)# switchport access vlan 20

 

Step 5: Assign the trunks to native VLAN 99

S1(config)# interface range f0/1-4

S1(config-if-range)# switchport mode trunk

S1(config-if-range)# switchport trunk native vlan 99

 

S2(config)# interface range f0/1-4

S2(config-if-range)# switchport mode trunk

S2(config-if-range)# switchport trunk native vlan 99

 

S3(config)# interface range f0/1-4

S3(config-if-range)# switchport mode trunk

S3(config-if-range)# switchport trunk native vlan 99

 

Step 6: Configure the management interface on all three switches with an address.

 

S1(config)# interface vlan99

S1(config-if)# ip address 172.17.99.11 255.255.255.0

 

S2(config)# interface vlan99

S2(config-if)# ip address 172.17.99.12 255.255.255.0

 

S3(config)# interface vlan99

S3(config-if)# ip address 172.17.99.13 255.255.255.0

 

 

Part 2: Configure Rapid Spanning Tree PVST+ Load Balancing

 

Step 1: Configure STP mode.

S1(config)# spanning-tree mode rapid-pvst

S2(config)# spanning-tree mode rapid-pvst

S3(config)# spanning-tree mode rapid-pvst

 

Step 2: Configure Rapid Spanning Tree PVST+ load balancing.

S1(config)# spanning-tree vlan 1,10,30,50,70 root primary

S2(config)# spanning-tree vlan 1,10,20,30,40,50,60,70,80,99 root secondary

S3(config)# spanning-tree vlan 20,40,60,80,99 root primary

 

Part 3: Configure PortFast and BPDU Guard

 

Step 1: Configuring PortFast on S2.

S2(config)# interface range f0/6 , f0/11 , f0/18

S2(config-if-range)# spanning-tree portfast

 

Step 2: Configuring BPDU Guard on S2.

S2(config)# interface range f0/6 , f0/11 , f0/18

S2(config-if-range)# spanning-tree bpduguard enable

 

Step 3: Verify your configuration.

 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Selasa, 12 Oktober 2021

Tugas Pertemuan 3

 


1. Setting IP Configuration pada PC 1 dan 2

 PC 1

IP Address : 172.17.0.21
Subnet Mask : 255.255.255.0
Default Gateway : 172.17.0.1

PC 2

IP Address : 172.17.30.23
Subnet Mask : 255.255.255.0
Default Gateway : 172.17.30.1

 

2. Lalu Klik pada Router dan buka tampilan CLI ketik perintah berikut :

 


 

 

Router>en
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#interface fastEthernet 0/0
Router(config-if)#ip address 172.17.0.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut

 

Router(config-if)#
%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up
 
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0, changed state to up
 
Router(config-if)#ex
Router(config)#interface fastEthernet 0/1
Router(config-if)#ip address 172.17.30.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
 
Router(config-if)#
%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/1, changed state to up
 
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/1, changed state to up
 
Router(config-if)#ex
Router(config)#ex
Router#
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console
 
Router#

 

3. Buat VLAN 10 dan 30 pada switch dengan menggunakan perintah :

 


 

Switch>en
Switch#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Switch(config)#vlan 10
Switch(config-vlan)#name A
Switch(config-vlan)#vlan 30
Switch(config-vlan)#name B
Switch(config-vlan)#exit
Switch(config)#interface range fastEthernet 0/1, fastEthernet 0/11
Switch(config-if-range)#switchport mode access
Switch(config-if-range)#switchport access vlan 10
Switch(config-if-range)#ex
Switch(config)#
Switch(config)#interface range fastEthernet 0/2, fastEthernet 0/6
Switch(config-if-range)#switchport mode access
Switch(config-if-range)#switchport access vlan 30
Switch(config-if-range)#ex
Switch(config)#ex
Switch#
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console
 
Switch#

 

4. Ping ke pc 1 dan 2

 

 

 


 

Packet Tracer PC Command Line 1.0
C:\>ping 172.17.0.21
 
Pinging 172.17.0.21 with 32 bytes of data:
 
Reply from 172.17.0.21: bytes=32 time=3ms TTL=128
Reply from 172.17.0.21: bytes=32 time=6ms TTL=128
Reply from 172.17.0.21: bytes=32 time=7ms TTL=128
Reply from 172.17.0.21: bytes=32 time=7ms TTL=128
 
Ping statistics for 172.17.0.21:
Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
Minimum = 3ms, Maximum = 7ms, Average = 5ms
 
C:\>ping 172.17.30.23
 
Pinging 172.17.30.23 with 32 bytes of data:
 
Request timed out.
Reply from 172.17.30.23: bytes=32 time<1ms TTL=127
Reply from 172.17.30.23: bytes=32 time<1ms TTL=127
Reply from 172.17.30.23: bytes=32 time<1ms TTL=127
 
Ping statistics for 172.17.30.23:
Packets: Sent = 4, Received = 3, Lost = 1 (25% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
Minimum = 0ms, Maximum = 0ms, Average = 0ms

Selasa, 28 September 2021

Tugas Pertemuan 1

RESUME MENGENAI PERBEDAAN MODEL KEAMANAN JARINGAN WIRELESS

1. WEP

        WEP adalah keamanan dengan metode wireless atau bisa di sebut juga tanpa kabel Wired Equivalent Privacy (WEP). WEP merupakan strandarisasi keamanan dan enskripsi  pertama yang di gunakan pada wireless. WEP juga mempunyai standart yaitu 802.11b, dan WEP terdiri dari 2 tingkatan yaitu kunci 64 bit dan 128 bit.

 WEP memiliki berbagai kelebihan antara lain:

  1. Saat user hendak mengkoneksikan laptopnya, user tidak melakukan perubahan setting apapun, semua serba otomatis, dan saat pertama kali hendak browsing, user akan diminta untuk memasukkan Username dan password.
  2. Hampir semua komponen wireless sudah mendukung protokol ini.

WEP memiliki berbagai kelemahan antara lain:

  1. Masalah kunci yang lemah, algoritma RC4 yang digunakan dapat dipecahkan.
  2. WEP menggunakan kunci yang bersifat statis
  3. Masalah initialization vector (IV) WEP
  4. Masalah integritas pesan Cyclic Redundancy Check (CRC-32)

2. WPA

        WPA (Wi-Fi Protected Access) yaitu suatu sistem yang juga di terapkan untuk mengamankan sistem jaringan nirkabel. WPA di ciptakan untuk melengkapi sistem keamanan sebelumnya yaitu WEPSebagai pengganti dari sistem WEP, WPA mengimplementasikan layer dari IEEE, yaitu layer 802.11i. 

 WPA memiliki berbagai kelebihan antara lain:

Meningkatkan enkripsi data dengan teknik Temporal Key Integrity Protocol (TKIP). enkripsi yang digunakan masih sama dengan WEP yaitu RC4, karena pada dasarnya WPA ini merupakan perbaikan dari WEP dan bukan suatu level keamanan yang benar – benar baru, walaupun beberapa device ada yang sudah mendukung enkripsi AES yaitu enkripsi dengan keamanan yang paling tinggi.

 WPA memiliki berbagai kelemahan antara lain:

  1. Kelemahan WPA sampai saat ini adalah proses kalkulasi enkripsi/dekripsi yang lebih lama dan data overhead yang lebih besar. Dengan kata lain, proses transmisi data akan menjadi lebih lambat dibandingkan bila Anda menggunakan protokol WEP.
  2. Belum semua wireless mendukung.

3. WPA2

        WPA2 adalah sertifikasi produk yang tersedia melalui Wi-Fi Alliance, standart sertifikasi WPA2 adalah IEEE 802.11i. WPA2 secara resmi menggantikan wired equivalent privacy (WEP) dan fitur keamanan lain yang asli standar IEEE 802.11. Tujuan dari sertifikasi WPA2 adalah mendukung tambahan fitur keamanan standar IEEE 802.11i yang sudah tidak termasuk untuk produk-produk yang mendukung WPA.

 WPA2 memiliki berbagai kelebihan antara lain:

  1. Access point dapat dijalankan dengan mode WPA  tanpa menggunakan bantuan komputer lain sebagai server
  2. Cara mengkonfigurasikannya juga cukup sederhana

 WPA2 memiliki berbagai kelemahan antara lain:

Satu satunya kelemahan wpa2-psk adalah ketika sebuah client melakukan koneksi ke AP dimana terjadinya proses handshake, kita bisa melakukan Bruto Force yang akan mencoba satu persatu password yang ada dengan didapatkan dari proses handshake. Melakukan Bruto Force adalah melakukan dengan mengunakan dictionary file yang artinya kita harus mempunyai file berisi passpharase yang akan di coba satu persatu dengan paket handshake untuk mencari keys yg digunakan tersebut.

 4. HOSTPOT LOGIN

        Hotspot Login adalah lokasi dimana orang dapat mendapatkan akses internet, dan biasanya menggunakan teknologi Wi-Fi. Hotspot biasanya ditemukan di bandara, toko buku, cafe, mall, hotel, rumah sakit, perpustakaan, restoran, supermarket, stasiun kereta api, dan tempat umum lainnya. Selain itu, banyak juga sekolah dan universitas yang menyediakan fasilitas hotspot untuk siswa/mahasiswa mereka.

 Hotspot Login memiliki berbagai kelebihan antara lain:

  1. Tingginya minat masyarakat
  2. Mudah aksesnya

Hotspot Login memiliki berbagai kelemahan antara lain:

  1. Kelemahan Wi-Fi yang utama adalah mudahnya dihacking oleh para hacker untuk mencuri password pengguna wi-fi.
  2. tidak tahan terhadap serangan flooding Kekurangan ini dapat diminimalisir dengan menerapkan keamanan jaringan yang baik

5. KEAMANAN MAC ADDRESS FILTERING

        MAC-address filtering (alias link-layer filtering) adalah fitur untuk alamat IPv4 yang memungkinkan Anda untuk memasukkan atau mengeluarkan komputer dan perangkat berdasarkan alamat MAC mereka. Bila Anda mengkonfigurasi alamat MAC filtering, Anda dapat menentukan jenis hardware yang dibebaskan dari penyaringan. Secara default, semua jenis perangkat keras didefinisikan dalam RFC 1700 dibebaskan dari penyaringan. 

 MAC Address Filtering memiliki berbagai kelebihan antara lain:

  1. Dapat Menyeleksi Komputer / Laptop mana yang boleh masuk kedalam jaringan berdasarkan MAC Address nya.
  2. Metode ini digunakan untuk membatasi hak akses dari MAC Address yang bersangkutan.
  3. Alamat MAC Address harus didaftar dulu agar bisa terhubung dengan jaringan sehingga memperkecil hal-hal yang tidak diinginkan oleh yang tidak bersangutan.

 MAC Address Filtering memiliki berbagai kelemahan antara lain:

  1. MAC Address bisa diketahui dengan software “KISMAC”
  2. Apabila MAC Address sudah diketahui, bisa ditiru dan tidak konflik walau ada banyak MAC  Address yang sama yang terkoneksi dalam satu Access Point.

6. HIDE SSID

        Hidden SSID adalah SSID yang disembunyikan. Dimana hidden SSID adalah metode pengamanan pada jaringan wireless. Pemilik hidden SSID ini bisa menyembunyikan nama SSID nya, sehingga hanya orang tertentu saja yang bisa mengakses jaringan wireless ini.

 Kelebihan HIDE SSID: 

  1. Penggunanya bisa berpindah-pindah tempat
  2. Sudah banyak perangkat yang support Wi-Fi
  3. Sekali klik langsung konek
  4. Instalasi lebih murah, cepat, rapi dan tidak ribet
  5. Penggunaan listrik lebih kecil

Kekurangan HOTSPOT SSID:

  1. Keamanan harus lebih diperhatikan
  2. Sinyal
  3. Bandwith

 

Tugas Pertemuan 5

3.3.2.2 Packet Tracer – Configuring Rapid PVST  Part 1: Configure VLANs   Step 1: Enable the user ports on S2 in access mode. S2(config)# in...